Selasa, Maret 10, 2009

7 Keuntungan dan Kerugian Iklan Yang Bombastis: Hype Advertising


"The consumer isn't a moron, she is your wife. You insult her intelligence if you assume that a mere slogan and a few vapid adjectives will persuade her to buy anything. She wants all the information you can give her." (Pembeli bukanlah orang bodoh, ia adalah istri Anda. Anda menyinggung kecerdasannya jika mengira bahwa slogan kosong dan kata-kata hambar akan membuatnya membeli apapun. Ia menginginkan semua informasi yang bisa Anda berikan padanya)

(David Ogilvy, pendiri Ogilvy & Mather)

Betapa benar apa yang disampaikan David Ogilvy, pendiri biro iklan terkenal Ogilvy and Mather diatas. Setiap pembeli bukanlah orang bodoh. Setiap pembeli sejatinya menginginkan informasi yang benar, lengkap dan tentu tidak berlebih-lebihan.

Itu idealnya.

Sayangnya, apalagi di dunia maya, teramat banyak informasi yang sengaja dibesar-besarkan atau dilebih-lebihkan dan cenderung menyesatkan dengan tujuan semata-mata untuk mendapatkan sebanyak mungkin keuntungan, tanpa mempedulikan apakah informasi yang disampaikan benar atau salah.

Fenomena copywriting ala hype advertising seperti ini juga telah merambah dunia internet marketing di Indonesia. Jika Anda cukup rajin berselancar, ada banyak contoh situs yang memilih taktik hype advertising di dalam materi iklan ataupun sales letter-nya. Lucunya banyak diantaranya yang bahkan hanya sekedar menterjemahkan materi copy iklan dari buku-buku atau malah sales letter berbahasa Inggris. :)

Beberapa ciri iklan-iklan hype yang seringkali kita temui antara lain adalah:

1. Klaim yang sangat berlebih-lebihan pada headline atau judul sales letter.
Misalnya: "Jika Anda Bisa Mengetikkan Nama Anda, Anda Bisa Menulis Buku Dalam 30 Hari - Dijamin!"

2. Nada dan penekanan pada isi sales letter yang dipenuhi tanda seru, huruf kapital, garis bawah serta blok warna-warna mencolok.
Misalnya: "Seorang programer menyingkapkan strategi SANGAT-RAHASIA dimana Anda, juga, dapat menggunakannya untuk mendapatkan KEBERUNTUNGAN SEPERTI-BILL GATES di bisnis piranti lunak!! Ambil kartu kredit Anda dan pesan SEKARANG JUGA!"

3. Ungkapan yang ekstrim dan tidak didukung bukti.
Misalnya: "Peluncuran produk baru paling penting yang pernah ada di muka bumi."

4. Ungkapan yang terdengar mengesankan namun tidak benar.
Misalnya dengan menyebut seseorang "Best Selling Author", padahal ia tidak pernah masuk di dalam daftar penulis buku terlaris.

5. Dipenuhi kesaksian yang berlebih-lebihan.
Misalnya: "Ya, Saya Menghasilkan Puluhan Juta Rupiah Pada Hari Peluncuran Produk Saya Karena Membeli Software Ini."

Lalu kenapa orang memilih model hype advertising untuk copy iklan mereka?

Harus diakui, memang ada sejumlah keuntungan menggunakan strategi hype advertising. Beberapa keuntungan hype advertising diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Iklan Sangat Menggoda Untuk Dibaca/Diklik
Dengan copy iklan yang bombastis dan berlebih-lebihan, sekali lagi meskipun jauh dari kebenaran, banyak calon konsumen yang tergoda untuk membaca atau sekedar mengklik iklan yang menggunakan teks iklan model hype advertising. Biasanya karena rasa penasaran yang besar atau karena ingin membuktikan kebenaran materi iklan yang diberikan. Sayangnya, setelah membaca keseluruhan materi, seringkali terjadi bahwa teks iklan yang disampaikan tidak sehebat produk atau jasa yang dipasarkan.

2. Menonjol Diantara Iklan Lain
Hype advertising juga menjamur karena dianggap sebagai pilihan taktik yang tepat agar iklan menonjol dan berbeda diantara iklan-iklan lain yang cenderung seragam. Iklan yang luar biasa berlebihan dianggap justru yang terbaik. Jargon "Purple Cow" dari Seth Godin agar setiap pemasar berusaha menjadi "sapi ungu" dijadikan pembenaran. Padahal teori Purple Cow sendiri tidak pernah menyarankan agar pemasar menipu atau menyesatkan calon konsumennya.

3. Cepat Terjadi Transaksi Penjualan Dalam Waktu Singkat
Taktik hype advertising memang terbukti mampu memberikan hasil transaksi penjualan dengan cara yang lebih cepat dan dalam waktu singkat. Karena penasaran, biasanya pembeli rela mengeluarkan uang untuk membeli produk atau jasa yang diiklankan. Apalagi jika ada garansi uang kembali. Biasanya, mereka yang banyak menjadi korban adalah calon konsumen baru atau mereka yang tidak terbiasa membaca sales letter seperti ini.

Meskipun demikian, sebenarnya hype advertising menyimpan potensi kerugian yang jauh lebih banyak dan berdampak jangka panjang, baik bagi si pemasar maupun calon konsumen. Beberapa kerugian hype advertising diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Merusak Reputasi Si Pemasar
Materi iklan yang berlebih-lebihan dan cenderung menyesatkan ala hype advertising sejatinya merusak reputasi pribadi si pemasar. Ia dengan cepat akan dianggap menipu karena menyampaikan informasi yang tidak benar. Tidak sulit menemukan keluhan konsumen yang menganggap seorang pemasar adalah penipu dan pada gilirannya justru menjatuhkan nama baik si pemasar.

2. Menurunkan Kepercayaan Calon Konsumen
Selain merusak nama baik, strategi hype advertising juga akan menurunkan kepercayaan atas produk atau jasa yang dijual oleh si pemasar. Mereka yang merasa tertipu dengan materi teks iklan atau sales letter yang berlebih-lebihan akan menyebarluaskan informasi ini sehingga menjadi viral marketing negatif yang sangat ampuh untuk membuat calon konsumen lain terpengaruh.

3. Menghalangi Peluang Kerjasama Dengan Pihak Lain
Meskipun tetap ada peluang bekerjasama dengan pihak lain, mereka yang menggunakan taktik hype advertising cenderung dijauhi oleh mereka yang tidak ingin dituding ikut menyebarluaskan strategi beriklan seperti ini.

4. Memancing Tuntutan Hukum Dari Yang Dirugikan
Di banyak negara, materi iklan yang berlebih-lebihan dan cenderung menipu seperti hype advertising bisa dikenai tuntutan hukuman. Konsumen yang dirugikan dengan iklan-iklan yang menyesatkan bisa melakukan tuntutan hukum kepada si pembuat iklan. Sayangnya, di Indonesia belum ada tindakan hukum yang diberikan untuk praktek-praktek periklanan yang menggunakan strategi hype advertising yang menyesatkan ini. Mungkin YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia), yang seharusnya menfasilitasi ditertibkannya praktek-praktek beriklan yang tidak terpuji seperti ini.

-------------------------------------------------

Di satu sisi, hype advertising sangat merugikan, terutama bagi calon konsumen dan pengguna internet yang belum terbiasa dengan taktik-taktik seperti ini. Namun demikian, di sisi lain, hype advertising faktanya juga memberikan keuntungan (meskipun sesaat) terutama bagi si pemasar. Dengan copy iklan seperti ini, nyatanya mereka berhasil mengeruk keuntungan besar serta dalam waktu relatif singkat.

Itulah sebabnya, bukan tidak mungkin terjadi, seseorang yang menggunakan strategi hype advertising berhasil melakukan banyak transaksi penjualan produk ataupun jasa yang ia miliki, meskipun pada saat yang sama ia juga mendapatkan banyak caci maki dan hujatan karena taktik tidak terpuji yang ia lakukan.

Akhirnya, semua kembali kepada diri kita masing-masing. Sebagai konsumen, seyogyanya kita lebih cerdas dan teliti memilih iklan mana yang benar dan mana yang menipu. Sebagai pemasar, akan lebih bijaksana kiranya apabila kita mempertimbangkan juga nama baik kita, kredibilitas kita dan kepercayaan konsumen kita dengan memberikan informasi yang benar untuk setiap produk atau jasa yang kita pasarkan.

Ingat, pembeli bukanlah orang bodoh. Ia adalah istri kita. :)

(Gambar diambil dari Manhoot.com)

Medhy Aginta

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan isikan alamat email Anda untuk berlangganan artikel Blogguebo.com secara gratis melalui email:


Tulisan lain yang relevan dengan posting ini:
Iklan-Iklan PPC Lokal: Hype or Not?
Copywriting Untuk Blog Anda
Beri Saya 5 Menit, Dan Akan Saya Tunjukkan 12 Judul Artikel Yang Pasti Dibaca Pengunjung Blog Anda

98 Komentar:

sibaho mengatakan...

Publisher memiliki kontribusi tidak mas atas iklan-iklan hype seperti itu?

Reputasi publisher bisa menurun juga lho dimata pengunjung karena kebanyakan iklan seperti itu :D

hryh77 mengatakan...

wew.. sekarang lagi musim kayanya iklan berlebihan kaya gtu he..he..

Medhy Aginta mengatakan...

Sibaho: Saya pribadi memilih untuk menampilkan iklan PPC lokal di blog ini lebih sebagai upaya edukasi dan mendukung PPC lokal kok Mas. Oke, uang juga dapat, tapi bukan itu yang utama. Hemat saya, karena kita baru berkembang dan masih dalam proses belajar, wajar jika masih banyak kekurangan, termasuk untuk PPC lokal ini.

Posting artikel ini, meskipun pengaruhnya mungkin kecil, sebenarnya merupakan bagian dari doa dan usaha saya pribadi untuk membantu dunia internet marketing Indonesia agar lebih berkembang dan berkualitas, setidaknya dalam bidang copywriting. Harapannya, tentu agar tidak muncul semakin banyak iklan atau sales letter yang menyesatkan.

Just my two cents. Thanka banget anyway sharingnya Mas Sibaho. :)

Bintang mengatakan...

Iklan di televisi juga banyak yang melakukannya

iskandaria mengatakan...

Ulasan yang sangat cerdas dan berimbang mas. Tanpa terkesan menggurui atau menyudutkan. Sangat argumentatif. Saya setuju 100 % dengan paparan mas medhy di atas.

Sebagai seorang publisher (Insya Allah nanti juga akan jadi advertiser), setidaknya saya punya masukan yang sangat baik melalui artikel ini.

Maju terus mas. Semoga artikel ini bisa dibaca oleh para advertiser maupun calon advertiser yang akan mengiklanlan produknya, baik itu melalui PPC maupun sales later di websitenya.

Syamsul Alam mengatakan...

Hm...... saya jadi ingin mengingatkan mereka dengan cara keras yang lembut mas.... heuheuheu......

Sepertinya hari ini jadwalnya menulis mengenai hal ini juga deh.....

Cengeng-ngesan T_^ mengatakan...

wah, untung aku gak sampe kena tipu. gak da modal sih buat belinya :p
-
ternyata kekurangan juga membuat kita selamat :D

marlop98 mengatakan...

Ada untung dan ada rugi, semua berpaling kembali ke konsumen. semoga artikel ini mengedukasi para pengguna internet yang mau mencari penghasilan lewat dunia maya

Brandal Surga mengatakan...

That's why i remove those ads from my blog... ;p

tipis mengatakan...

kayaknya belum ada ya pemasar model begini yg dituntut secara hukum. krn biasanya pemasarnya pun tidak jelas hehe. kasihan orang2 yg jadi korban. hrs ada pendidikan nih buat yg beginian buat netter2 yg awam

Spiderwebiz mengatakan...

Lama-lama market jenuh juga ya dengan iklan yang bombastis...saatnya meletakkan kata "just good" label pada produk dan ending dengan "amazing product"...

Gdsetia mengatakan...

Bagaimana dalam pemilihan penggunaan TITLE tag dalam SEO, apakah Hype efektif ya untuk memancing orang mengklik link kita?

Blogging bill mengatakan...

pemebeli bukan istri loh mas tp raja

Rusa Bawean mengatakan...

aku malah belajar bikin iklan yg menggoda
:)

Hangga Nuarta mengatakan...

@tipis: Setuju Mas. Kasian kalo mereka sampe ngalamin kayak saya dulu. :)

Donny mengatakan...

Mungkin memang masih trend di Indonesia gaya bisnis ala cepat dan instan. Jadinya model iklan berlebihan masih laku di pasaran. Hm..

Blogpreneur Online Marketing mengatakan...

jadi inget yang mas cosa bilang tentang tulisan GAJAH dulu :-) ... after all, ada hal yang terlupa mas... kepercayaan online marketer pemula yang potential semakin meragukan internet sebagai sumber penghasilan primier.

Li mengatakan...

bener banget, sering kali aq lihat iklan yg muluk cm aq memang tdk tertarik jd aq gak ngerti nipu ato tdk.

M. Ismail mengatakan...

Kepercayaan tidak dibangun dengan "Janji berlebihan" tapi dengan "Kejujuran" (heheh... kayak iklan politik). Aku ada sedikit jurus yang selalu aku pegang pada saat bikin naskah:
1. Ciptakan kebutuhan
2. Membujuk ( not hype )
3. Janji produk ( tdk berlebihan/bohong )
4. Mengajak untuk action

Bagi yang sudah tahu mohon maaf, tp mudah2an manfaat buat temen2 yg blm tahu.
Untuk lebih jelasnya slahkan mampir ke blog saya

http://belajar-desain-grafis.blogspot.com/

keep informed mengatakan...

Gimana kalau ada gerakan pembela kebenaran untuk hal seperti ini... yang memperingati rekan-rekan yang baru memulai impiannya di dunia e-preneur :)

Asuransi mengatakan...

Menurut saya, iklan bombastis itu wajar2 aja. Karena yang namanya bahasa Iklan ya memang seperti itu. Lihat aja iklan AXE. Apa bener kalau pake AXE cewek2 bakal ketarik kayak magnet.

Atau iklan LUX, yang kalau ada cewek pake itu cowok2 bakal ketarik juga kayak magnet?

So, bukan iklannya yang dibenahi, tapi otak manusianya yang perlu diajari cara menerjemahkan bahasa iklan

http://cafeblogger.web.id/belajar-bisnis-online/sales-letter-bombastis-wajarkah.html

Rozzy mengatakan...

Wew... ga' nyangka ya sudah sejauh itu cara orang beriklan.

ipank mengatakan...

mantap mas medhy, sangat bijak sekali isi artikelnya...
Emang kalau mengharapkan pemerintah mengeluarkan UU yang mengatur masalah HYPE, kayaknya masih jauh. Mendingan dengan cara mas medhy ini. Lewat tulisan di blog. Apalagi blog populer seperti bloggue ini.

"HYPE" tanpa bukti= NOT RIGHT

HSM mengatakan...

mantap bos.... kalo hype sih bagus :D

IHSAN mengatakan...

iklan2 bombastis emang mengerikan
dan yang menjadi korban biasanya orang yang baru tahu dunia internet

Medhy Aginta mengatakan...

Asuransi: Bahasa iklan memang bisa bombastis Mas. Tapi jika cenderung menyesatkan, dan bahkan menipu, bisa lain soalnya. Bahasa iklan yang menipu inilah yang jadi lawan kita bersama. Just my two cents. :)

somat mengatakan...

kalo ada iklan yang berlebih - lebihan sebel juga sih, udah gitu udah iklannya berlebih - lebihan, produknya gagal total alias mengecewakan, halah... ke laut aja.

Lukito mengatakan...

kita harus jeli, kalo nggak kita akan terkecoh

Bambosi Blog mengatakan...

Itu untuk cari duit cara cepet doank

001rian mengatakan...

artikel yg edukatif, sayangnya korban2 iklan bombastis uda banyak, lalu korban2 itu mencarilagi korban baru begitu seterusnya, so uda modelnya kayak DRAKULA (mengerikan) aku jg korban tp ga' mau jadi reseller :)
strategi marketing seringkali dijadikan alasan tuk menjaring dan meng-iming2 mangsa, yg berpotensi penupian

Medhy Aginta mengatakan...

001Rian: Mungkin namanya Dracula Scheme ya Mas Rian. :)

arikaka.com mengatakan...

ehm, memang kalo di indo masih jarang kalo yang mau beriklan di program ppc selain yang kaya begini....

lowongan kerja mengatakan...

pebisnis darat yg di Indo belum ngelirik internet kali ya...:)

Online Marketing Blogpreneur mengatakan...

@arikaka

biasanya mereka malah lebih sering ke Google Adsense, dibanding PPC lokal. soalnya yang masang juga kurang memonetize ( mungkin )

atau mungkin...

yang serius takut kecampur sama yang nge- hype di PPC lokal
:-)

Billah mengatakan...

apa sebaiknya jika ingin melawan iklan mcm begitu adalah dengan tidak menayangkannya mas???

arton mengatakan...

pembeli adalah istri kita...(mikir)

Ecko mengatakan...

Analisa ya jitu, Mas. Khusus poin yang mengenai menutup peluang peluang kerjasama dengan pihak lain, saya setuju banget. Siapa sih yg mau memajang iklannya situs yg terkesan bombastis? Apalagi kalo ujung-ujungnya cuma jualan produk biasa-biasa saja? :D

Medhy Aginta mengatakan...

Billah: Itu bisa jadi salah satu pilihan Mas Billah. Tapi hemat saya pribadi, absah saja kok kalo kita menjadi publisher PPC lokal dan menayangkan iklan PPC lokal, meskipun isi iklannya masih cenderung didominasi iklan-iklan hype. Harapan kita, dengan mendukung PPC lokal, program mereka akan berkembang. Sambil mendukung PPC lokal, tetap kita upayakan mendorong penyempurnaan kualitas iklan maupun advertiser PPC lokal. Itu menurut saya Mas Billah. :)

perumahan mengatakan...

namanya iklan, pasti melakukan sesuatu yang bombastis terhadap product yang dipasarkan. bilamana nggak gitu mana mungkin calon customer akan tertarik.

salam
Perumahan

Tips mengatakan...

Iya tuh, jadi bingung, apalagi kalo liat sales letter dari luar negeri, kayaknya dia aja yang pantas dibeli produknya, padahal sudah ana cek-cek memang ternyata banyak yang nipu. Jadi bingung milih yang bener...

xero mengatakan...

tulisan yg menarik om, memang bener mungkin iklan seperti itu bisa meningkatkan penjualan tetapi apa bertahan lama itu yg jadi tanda tanya besar.

dan sekarang memang musim iklan2 spt itu krn banyak newbi yg tergiur berita2 heboh soal cari duit diinternet.

Medhy Aginta mengatakan...

Xero: Semoga bisa menjadi renungan kita bersama ya Mas Xero. :)

tito mengatakan...

wah kalo yang beli cowok, apakah istri juga ya.. hehehe

Ratno mengatakan...

Semua akan kembali ke pribadi masing - masing. Kalau saya kurang setuju dengan hype advertising, lebih baik yang wajar saja tetapi punya hasil yang lebih baik untuk jangka panjang. Bukankah bisnis bukan untuk hari ini saja?

Paduku mengatakan...

membeli pembeli akan berpikir berkali kali untuk membeli. terutama tentang manfaatnya. Saya sendiri adalah orang yg juga jualan sehingga sedikit tahu karakter pembeli. tapi dengan uraian di atas lebih membuka wawasan saya lagi. thanks banget infonya.

Rahasia SEO mengatakan...

Hype Advertising bagi saya merupakan cara marketing sesaat yang kontraproduktif bagi kelangsungan suatu produk yang diusung... Kemungkinan besar seorang netter hanya akan terperok 1-3 dalam iklan yang sama selebihnya sudah lebih pintar untuk tidak tertipu lagi.

Salam Andriyarusman.com

che_3z mengatakan...

Iklan dgn judul yg bombastis,,wajar2 aja bila dilihat dari sisi salesman/marketing,,

Septian mengatakan...

Sebagai konsumen, pintar2 aja memilih..agar terhindar dari penipuan..jangan jadi ikan yang mau dipancing...

Medhy Aginta mengatakan...

Ratno: Benar Mas Ratno. Seringkali para pembuat iklan hype advertising hanya melihat keuntungan sesaat dan serba cepat. Lupa bahwa bisnis bukan hanya untuk satu dua hari. :)

KOES mengatakan...

Yah sebagai pengiklan harus jeli memilih kata....

Narmadi mengatakan...

kepercayaan untuk membeli langsung hilang kalau sales letternya bombastis seperti itu...

cewek seksi mengatakan...

memang iklan itu ga jauh dari duit... mau pilih apa kalau modal kencang ya pastinya dikenal orang :)

Paman Gober Ikut Pemilu 2009 mengatakan...

wah dimana2 iklan banyak yang hype, kalo bukan hype bukan iklan deh keknya.

Medhy Aginta mengatakan...

Paman Gober: Hehehe. Mosok sih Paman Gober? Ada lho iklan yang bukan hype. :)

HSM mengatakan...

wah patut dicoba nih :D iklan lewat blog...

Medhy Aginta mengatakan...

HSM: Tapi bukan iklan hype kan Mas? Hehehe. Good luck!

ipanks mengatakan...

yah sebenarnya itulah om yang ngerusak citra para marketer internet.benar-benar ga fair dengan mereka yang udah berusaha untuk bermain dengan jujur.tapi untunglah semuanya udah ada yang ngatur jadi semuanya tetap kebagian rejeki juga yap om

aa'mil mengatakan...

Oke trims infonya, memang sudah seharusnya dalam memasarkan apapun kita juga harus fair dan emberikan info sebenar-benarnya, pembaca juga manusia yang punya otak sehingga mampu berpikir rasional

Bang Kritikus mengatakan...

Ngiklan bombastis...takut ah mbok meledak...bum...kacau dech.

bodrox mengatakan...

akh, mas. q pikir kalo setengah-setengah bisa keliatan banget kalo memberikan info gak valid a.k.a menipu. jadi buatlah yang bombastis sekalian :)

LivingChair dot COM mengatakan...

Namanya juga marketing dan ilmu ekonomi, memang agak susah bila harus dipersandingkan dgn etika dan humanisme. Dari konsep dasarnya saja sudah berseberangan.

agusgoh mengatakan...

menurut saya sih gak apa2, masih lebih baik memuat informasi sekecil apapun daripada tidak sama sekali. thx

Blogger Indonesia mengatakan...

Kebanyakan hype advertising digunakan untuk merayu para pemula mas..

Bisnis Online mengatakan...

wah bisa di bilang nyepam nich....

sewa laptop mengatakan...

apapun keuntungannya, hype advertising lebih banyak mendatangkan kerugian diakhirnya...

Blog Dofollow mengatakan...

Itulah mas Medhy yang membuat saya memuat iklan-iklan dari PPC lokal.. Iklannya melulu hype.. Kesian yang ngeklik entar..

Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang mengatakan...

akhirnya jadi serba salah juga ya PPC lokal kita, tpai mudah2an ke depannya akan lebih baik, amien :)

Monetizing Blog mengatakan...

Sepertinya Hype ini ada dimana-mana nih mas.. Nggak terkecuali seperti dimedia televisi..

Anonim mengatakan...

media televisi beberapa menayangkan iklan yang tergolong hype. salah satunya, (saya nggak mau sebut merek) adalah produk jam bertatahkan diamond atau HP penuh kristal yang dipromosikan secara over ekstrim, bombastis, dengan talent yang gencar menyebutkan 'keuntungan-keuntungan' yang akan didapat konsumen. iklan seperti ini sesuai dengan teori hype advertising diatas. dan sepertinya perusahaan memang mengincar sales profit besar dan sesaat, karena merek yang diperjualbelikan toh bukan merek yang established. (mereka tidak malu jika kehilangan nama), dan memang mengincar profit besar sesaat. contoh hype advertising yang bagus....

fajar mengatakan...

nice blog

fajar mengatakan...

sukses

iklan rumah property dijual mengatakan...

sekarang malah banyakan iklan yang hanya menjual mimpi.. :(

made gelgel mengatakan...

gak realistis ya mas

Astaga.com lifestyle on the net mengatakan...

Mas blog gue mohon dukungannya ya, makasih

X-Blog Contest mengatakan...

kalo terlalu bombastis, orang malah tidak percaya

Nyubi mengatakan...

mantab infonya om

Festival Museum Nusantara mengatakan...

info yang menarik mas

Health Spot mengatakan...

great info

Festival Museum Nusantara mengatakan...

makasih infonya

Blogetarian mengatakan...

thanks mas med

rolex replica mengatakan...

$75 Replica Rolex Watches sale, Our site provides Rolex replica, replica Rolex Watches, replica breitling, replica Cartier, replica Omega, Tag Heuer Watches. . .more than 100 famous rolex brands"
rolex air king
rolex datejust
rolex day date
rolex daytona
rolex gmt
rolex submariner
rolex yachtmaster
a lange sohne watches
alain silberstein watches
bell ross watches
breguet watches
breitling watches
bvlgari watches
cartier watches
omega watches
patek philippe watches
Rolex Watches
Rolex replica
replica Rolex
replica breitling

Narutopedia Movies - Watch These Naruto Beat Action mengatakan...

The Latest Naruto Movie can be seen here along with articles on the fit in it about characters, publication, and the volume contained in it

Nyubi mengatakan...

thx

Johnson Manurung mengatakan...

artikelnya bermanfaat, benar sekali sahabat kita harus lebih berhati2 dan cerdas dalam menyikapi setiap iklan terutama bila iklan tsb bersifat bombastis. Salam

sweetpaseo mengatakan...

Thanks atas infonya.. mudah-mudahan saya tidak tergoda dengan iklan yang bombastis pula..

cari uang di internet mengatakan...

kalo saya ngga mau pake iklan hype mas...males norak n ketahuan banget nipunya...enakan pake banner sexy,,joged,,joget...pasti banyak yg klik dan ngeliat penjualan...hehe

Sharing ilmu mengatakan...

memasang iklan sii boleh-boleh saja tp kl terlalu byk iklan malah visitor kita kabur..
benerkan ??
hwihwhwihi..

Narutopedia Express - The Second Generation of Leaf Ninja mengatakan...

Exclusive Encyclopedia about everything in naruto anime like character biographies, handseal, jinchuriki, bijuu, akatsuki, hidden village, clan, and other shinobi skills

negeriads.com solusi berpromosi mengatakan...

mantab om

NowGoogle.com adalah Multiple Search Engine Popular mengatakan...

bener mas,setuju. .

www.aktivasiDBS.com mengatakan...

jika anda ingin memiliki bisnis online yg syah, legal, berbadan hukum negara sperti yg sedang di jlani AA GYM...disini jwbannya!

Escorts Hot Scripts mengatakan...

Hi Buddy!!!

However we brand in online marketing via brand promotions...meet again.

Forantum I Blogging is My Life I Tutorial Blog I Tips dan Trik Blog I SEO I Free Template mengatakan...

Hm...bisa-bisa hanya penipuan ya. wah, harus hati-hati nih.

putrahosting.com dapur hosting hemat mengatakan...

mampir perdana mas

PutraHosting.com Dapur Hosting Hemat mengatakan...

iklan terkadang menjerumuskan...hati2 aja hihihi

Kedai Obat mengatakan...

memang ada yg menjerumuskan, tapi masih banyak juga kok yg benar..

jasa penulis content mengatakan...

ada yang benar, tapi lebih banyak yang gak benar mas.

Blogger Templates Colorizetemplates.com mengatakan...

iklan mmg bikin blog kita lambat terbuka.
:(

Poskan Komentar