Sabtu, Desember 02, 2006

Melayani dan Dilayani


Saya ingin menulis soal sederhana.

Mumpung ingat. Dan ada gairah untuk menuliskannya sekarang.

Ini soal melayani dan dilayani. Soal sepele yang bisa punya dampak luar biasa.

Mohon jangan berpikiran mesum dulu.

Melayani dan dilayani tidak selalu identik dengan soal adegan ranjang, bukan? Melayani dan dilayani bisa punya banyak arti. Dan melayani serta dilayani disini adalah relasi melayani-dilayani antara rakyat, pembayar pajak, sang pemberi amanat dan negara.

Ini pengalaman saya sendiri menghadapi lembaga pelayanan publik yang dikelola negara.

Empat bulan yang lalu saya mengurus paspor. Sebenarnya saya malas melakukannya jika tidak karena terpaksa. Paspor saya telanjur mati setahun yang lalu. Paspor itupun cuma dipakai sekali ketika mengikuti program pertukaran mahasiswa di Nagoya selama 1999-2000. Setelah itu saya lupa jika punya paspor. Maklum, waktu itu saya pikir tidak mungkin saya bisa ke luar negeri lagi, apalagi dengan biaya sendiri. Buat saya, itu seperti mimpi yang terlampau tinggi.

Hingga ternyata, untuk suatu keperluan, saya harus ke luar negeri lagi. Terpaksa mengurus paspor baru di sebuah kantor imigrasi.

Di kantor imigrasi saya datang dan mengurus paspor sendiri. Bolehkan saya ingin menjadi warga negara yang baik. Tidak melalui calo. Kenapa? Karena di depan pintu kantor itu tertulis dengan huruf besar-besar larangan mempergunakan calo dalam pengurusan paspor.

Dan mulailah saya mendapatkan pengalaman pelayanan buruk dari sebuah sistem birokrasi negara.

Awalnya, saat mengisi formulir permohonan paspor tidak ada masalah. Lancar. Semua pemohon diperlakukan sama. Gelagat rusaknya sistem mulai muncul ketika saya menyerahkan formulir permohonan. Si petugas tidak ada di loket. Saya dan puluhan pemohon pribadi yang lain berdiri mengantri. Menunggu. Dengan sabar. Dengan hati gundah. Berharap ada informasi mengapa petugas belum ada di loket. Dan tidak ada informasi apa-apa.

Namun di dalam ruang loket, hilir mudik orang dengan baju sipil, membawa setumpukan tebal dokumen permohonan paspor. Mereka sedang berbicara dengan petugas loket kantor imigrasi. Mereka yang berbaju sipil pasti bukan pegawai kantor imigrasi, pikir saya. Pegawai imigrasi semuanya berpakaian dinas harian departemen mereka. Lalu bagaimana mereka bisa ada di dalam ruangan loket, sementara di depan pintu loket tertulis jelas: Selain Petugas Imigrasi Dilarang Masuk! Belakangan saya tahu mereka adalah para pegawai biro perjalanan yang sudah bertahun-tahun hidup dari jasa pengurusan paspor. Mereka bisa masuk ke dalam ruangan loket dengan memberikan sejumlah uang. Saya melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana calo-calo itu menyelipkan uang Rp. 50.000 bahkan Rp. 100.000 di dalam map-map permohonan paspor yang mereka urus.

Ketika petugas loket muncul, dengan gaya angkuhnya yang khas kantor pelayanan publik di negeri kita, saya ditanya,"Bapak mau mengurus baru atau perpanjangan?" Saya tunjukkan paspor mati saya. "Saya ada paspor tapi sudah mati," kata saya. Dan petugas itu berkata, "Wah, kalau sudah mati harus cari dokumennya dulu Pak. Agak lama". "Berapa lama?" tanya saya. Dia tidak menjawab pertanyaan saya. Cuma diam. Saya juga diam. Lalu sejurus kemudian dia berkata, "Kalau Bapak mau cepat, saya mintakan tolong orang untuk cari. Kasih ongkos carinya saja Rp. 20.000."

Saya bingung. Bukankah itu sudah tugas lembaga imigrasi untuk mencari dokumen lama saya? Bukankah sudah tugas lembaga pelayanan publik untuk melayani pengguna layanannya yang membayar pajak untuk negara? Lho kok minta ongkos cari dokumen?

Selesai dengan soal itu, saya menghadapi soal berikutnya. Setelah semua proses permohonan yang memakan waktu hampir seharian selesai, saya ditanya lagi, "Bapak mau selesai kapan?" Lho, bukannya tanpa ditanya seharusnya bisa selesai dalam waktu 3 hari? Itupun saya tahu setelah membaca papan informasi kantor imigrasi. "Seperti yang tertulis selesai 3 hari kan, Pak," kata saya. "Wah, nggak bisa Pak. Kita harus tunggu dari Jakarta dulu. Paling cepat 5 hari," kata petugas imigrasi itu.

Saya sedang malas berdebat. Mengiyakan, lalu pulang.

Tapi buruknya sistem pelayanan publik di kantor imigrasi belum selesai sampai disini. Lima hari kemudian saya datang lagi. Harapan saya tentu paspor baru sudah jadi. Ternyata, bisa ditebak, belum jadi. Dengan enteng petugas kantor pelayanan publik itu berkata keputusan belum ada dari Jakarta.

Saya geram. Hanya gara-gara itukah?

Tapi saya curiga bukan gara-gara keputusan itu.

Sambil terus berdiri mematung di depan loket akhirnya sambil berbisik saya minta bantuannya agar bisa memuluskan paspor saya selesai hari itu juga. "Kasih Rp. 50.000 lah Pak, untuk orang belakang," akhirnya petugas itu menyanggupi. Keluarlah uang lima puluhan ribu saya yang terakhir dari dompet kucel saya.

Sore hari, ketika kantor hampir tutup, akhirnya paspor saya selesai. Biayanya? Rp. 320.000. Padahal jelas tertulis di papan informasi untuk paspor 48 halaman biayanya Rp. 270.000. Kenapa bisa berbeda? Yang aneh, pembayaran biaya paspor tidak dilakukan di loket kasir, melainkan kepada petugas loket itu sendiri. Dan yang lebih aneh lagi, uang pembayaran itupun diterimanya dengan langsung dimasukkan ke dalam kantong celananya sendiri. Bukti pembayaran pun, jika tidak saya minta, petugas itu tidak memberikan.

Tapi sudahlah, saya sudah capek. Dan malas berdebat. Saya cuma ingin paspor saya selesai.

Saya langsung pulang. Tidur.

(sebuah pengalaman buruk menghadapi lembaga pelayanan publik di negara kita).

Pelayanan buruk seperti ini adalah pemandangan sehari-hari di negeri kita. Tidak hanya di kantor imigrasi. Tapi hampir di semua kantor pelayanan publik. Sistem yang tidak berfungsi, deskripsi kerja yang tidak jelas, birokrasi negara yang terlampau gemuk, mental birokrat negara yang arogan, administrasi yang kacau-balau, gaji yang rendah, tuntutan kerja yang tinggi, gaji sama namun porsi kerja berbeda, kontrol atasan yang lemah, semuanya berjalin kelindan menciptakan sebuah lembaga pelayanan publik yang rusak.

Lembaga pelayanan publik yang seharusnya melayani malah jadi tempat jual beli.

Saya tidak tahu siapa yang salah. Tapi itulah salah satu realitas buruk di negeri tempat kita hidup, Indonesia.

Dilayani, betapa mahal (dan repotnya) di negeri ini.

Medhy Aginta Hidayat

Artikel ini bermanfaat untuk Anda? Klik disini untuk berlangganan Blogguebo.

38 Komentar:

Baron mengatakan...

Birokrasi kita memang rusak. Makanya Indonesia nggak maju-maju.

jangaro mengatakan...

sistem birokrasi seperti ini gara2 pengen enaknya saja, yg satu pengen enak cepet, yg satu pengen enak dapet duit...ya itula indonesia ,.,.pengen cepet enak

kawasaki ninja 250 r biker mengatakan...

Bukankah ini sudah tidak aneh lagi pak? kita hidup di indonesia sudah sangat lama dan malah terbiasa dengan hal seperti ini, tapi tidak semua begitu, sodara saya yang tinggal di bali, malah jika membuat KTP pak rtnya datang sendiri kerumah dan juga gratis, nah tempat tinggal saya di bandung sekarang malah repot cari-cari pak rt dan juga tentu saja dengan sedikit tips uang jalan baru bisa lancar... aneh ya pak... ya sudahlah...
hidup indonesia..

Astaga.com Lifestyle on the Net mengatakan...

Kalau aku tidak heran, emang kayak gini birokrasi negara kita...

Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC mengatakan...

itu memang sudah biasa di indonesia. .

tapi apakah kita mau seperti itu teruss??/

rickyeka mengatakan...

kapan majunya kalo seperti itu terus?

NowGoogle.com adalah Multiple Search Engine Popular mengatakan...

yahh. . .

namanya juga indonesia. . .

pay per lead mengatakan...

dimana-mana selalu ada dilayani dan melayani

tz mengatakan...

Wristbands are encircling strips that can be worn on the wrist, made of any variety of materials depending on the purpose. thpmas sabo There are many types of wrist bands available in the market today. thomas sabbo You can find lot of choices for yourself to select from rubber bands, plastic bands, vinyl bands, silicon bands etc. tomas sabo Silicone is a semi-inorganic polymer that is capable to withstand heat, flexible and water resistant. thomassabo Due to these qualities, silicone is used for a wide range of products, including silicone bracelets. homas sabo
They are trendy, inexpensive jewelry items very colorful, durable and give comfort.

Anonim mengatakan...

Ever since the Xbox 360 was louboutin sandals released in the market, a lot of red christian louboutin pumps consumers suffered from this kind of technical difficulties. Each particular discounted christian louboutin light around the power button has sale christian louboutin a specific meaning that you should know about. By knowing what the light means, then you will be able to know what is wrong with your Xbox 360.One red light will mean that the system has failed or the actual cheap christian louboutin sale gaming console has suffered uk christian shoes from hardware failure. Two red lights will mean that the gaming console is overheating. It will usually tell you that you should turn off the Xbox 360 gaming console and allow it to cool down.The worst indicated is the women christian louboutin discount 70 off three red lights or what is commonly referred to as the red ring of death. What this means is that your Xbox 360 gaming console has suffered cheap christian louboutin nude shoes from general hardware failure and that it can only be repaired if you ship it back to Microsoft.Normally, people experience this problem while they are playing a game. They usually experience christian louboutin tan leather sandels shoes freezing without warning. After shutting it down and letting it cool down for an hour or two, they turn christian louboutin calf length grey boots the system back on again and this is when they will see the three red rings of death.

Kedai Obat mengatakan...

Hanya awalannya saja yg berbeda, ternyata artinya berbeda jauh ya.. Makasih

kata kata yang lucu mengatakan...

untuk saat ini, dimana di semua departemen sedang dan akan menjalani sistem reformasi birokrasi, diharapkan pelayanan ke depan bagi masyarakat bisa dilaksanakan secara prima. Saya pribadi melihat salah satunya yang bagus yaitu di pajak. untuk pengurusan dan pembuatan npwp juga instan kurang dari 10 menit sudah jadi dan tanpa dipungut embel-embel yang lain.

Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia mengatakan...

Kalau aku tidak heran, emang kayak gini birokrasi negara kita...

Online Business Success Talk mengatakan...

Yah, ... pengalaman yg mirip2 sama aku alami pada saat mo perpanjang KTP Mas, menyedihkan memang budaya kerja birokrat kita

Diskon Gila Disdus.com mengatakan...

Melayani = Subjek
Dilayani = Objek

Internet Media mengatakan...

yes .. that's true

pass4sure 000-153 mengatakan...

thansk for sharing information

pass4sure 1z0-050 mengatakan...

dimana di semua departemen sedang dan akan menjalani sistem reformasi birokras

pass4sure 642-467 mengatakan...

dimana di semua departemen sedang dan akan menjalani sistem reformasi birokras

pass4sure ccna mengatakan...

dimana di semua departemen sedang dan akan menjalani sistem reformasi birokras

pass4sure mengatakan...

dimana di semua departemen sedang dan akan menjalani sistem reformasi birokras

tinnitus treatment mengatakan...

These tips will certainly help those who are seeking for it as they did the same to me.

semi formal dresses mengatakan...

Thanks for sharing your thoughts

Rangka baja ringan mengatakan...

saya sgt setuju dengan yang mas sampaikan..
budaya korupsi sudah mewabah seperti penyakit, dari pimpinannya sampai kroconya..
Bagi saya masalah korupsi adalah masalah mental, tergantung dari hati nurani abdi negara itu sendiri.
saya gemas bgt mas, kalau seperti ini kapan indonesia bisa menjadi lebih baik ya mas

Javahostindo Web Hosting Indonesia mengatakan...

zaman sekarang ke toilet aja bayar ... apalagi cari dokumen he he he ... ya inilah indonesia :d

alat ukur kadar air mengatakan...

keren banget infonya gan

Alek mengatakan...

Nice stuff, like that much! custom presentation

custom presentation mengatakan...

Thanks for sharing such a useful stuff!

custom essays mengatakan...

I like this one!

BUSINESS JOURNAL mengatakan...

Update Daily About Business Week, Business Articles, Business News, Business Journal, Business Directory, Business Daily, Business Loan, Google Business, Business Search, Business Letter, and Business Ethics

MOBILE ME mengatakan...

Update Daily About Mobile Me, Firefox Mobile, Common Cents Mobile, Boost Mobile, Credo Mobile, Simple Mobile Reviews, Wow Mobile, Boost Mobile Coverage, and tmobile upgrade

SPORT UPDATE mengatakan...

Update Daily About Sport Update, Sport News, Inspirational Sports Quotes, Google Sports, Daily Sport, Sports Trivia, Fox Sports Southwest, Current Sports News, Newsday Sports, Watch Sports Live, and Live Sports Streaming

TRAVEL SPOT mengatakan...

Update Daily About Travel Spot, Travel Channel, Travel Advisor, Travel Maps, Travel Ideas, Travel Guide, Travel Agents, Travel Package Deals, Solo Travel and Travel Specials

ON THE SPOT mengatakan...

Informasi Terhangat tentang 7 kejadian langka dan spektakuler di seluruh dunia, ikuti update-an nya setiap hari.. Keep stay tune!!

happy father day mengatakan...

service no.1

make it easy..

WORLD TIPS mengatakan...

mencari-cari.. dan ketemu juga!!

Online Shopping Stores mengatakan...

tgs polisi..

gambar kartun mengatakan...

itu semua tugas mu..

Poskan Komentar